Selasa, 26 Juni 2012

Pengukuran Volume Material


Pengukuran volume loose dapat menggunakan kotak yang telah diketahui ukuran dimensinya. Hasil material galian yang telah di ukur menggunakan pengukuran langsung, kemudian dipindahkan dan di ukur volume loosenya.
Kemudian untuk pengukuran volume padat dilakukan dengan menggunakan uji proctor. Perbedaan volume dari keadaan loose yang kemudian dilakukan pemadatan dengan menggunakan proctor diperoleh volume kompak. Perbedaan volume tersebut yang digunakan sebagai nilai dari penentuan shrinkage material.

gambar proktor


Studi Penentuan Nilai Shrinkage Material Berdasarkan Volume


Sifat pengembangan pada material dimulai dari kondisi asli, dimana material masih dalam keadaan alami belum terganggu oleh teknologi. butiran-butiran nya masih terkonsolidasi dengan baik. Keadaan ini disebut dengan istilah Bank kondition.
Setelah material ini mengalami sentuhan teknologi, keadaan ini di sebut Loose condition, material ini mengalami perubahan Volume karena adanya penambahan rongga udara, namun berat material tetap. Besarnya penambahan volume tergantung dari faktor kembang tanah (swelling faktor).
Kemudian apabila material ini di padatkan/ dimampatkan, material akan mengalami perubahan volume, yaitu penyusutan rongga udara diantara partikel-partikel batuan, namun berat tetap. Besarnya volume pada keadaan ini tergantung pada jenis material, kadar air yang terkandung pada material dan usaha pemadatan yang dilakukan.
      Apabila material ditempat aslinya tidak memenuhi kriteria desain sesuai peruntukannya maka diperlukan perbaikan dan salah satunya adalah pemadatan. Maka maksud pemadatan material antara lain :
  1. Meningkatkan kuat geser.
  2. Mengurangi daya mampat (compressibility).
  3. Mengurangi daya rembesan (permeability).
  4.  Mengurangi perubahan volume akibat perubahan kadar air.
      Maksud tersebut diatas akan tercapai dengan pemilihan material dan cara pemadatan nya dengan proses uji pemadatan standar.
      Secara skematik proses pemadatan adalah proses mengeluarkan udara dari rongga pori material. Materialnya akan mampat namun kadar air tidak berubah dari sebelum pemadatan