Sifat pengembangan pada material dimulai dari kondisi
asli, dimana material masih dalam keadaan alami belum terganggu oleh teknologi.
butiran-butiran nya masih terkonsolidasi dengan baik. Keadaan ini disebut
dengan istilah Bank kondition.
Setelah material ini mengalami sentuhan teknologi,
keadaan ini di sebut Loose condition, material ini mengalami perubahan Volume
karena adanya penambahan rongga udara, namun berat material tetap. Besarnya
penambahan volume tergantung dari faktor kembang tanah (swelling faktor).
Kemudian apabila material ini di padatkan/ dimampatkan,
material akan mengalami perubahan volume, yaitu penyusutan rongga udara
diantara partikel-partikel batuan, namun berat tetap. Besarnya volume pada
keadaan ini tergantung pada jenis material, kadar air yang terkandung pada
material dan usaha pemadatan yang dilakukan.
Apabila material ditempat
aslinya tidak memenuhi kriteria desain sesuai peruntukannya maka diperlukan
perbaikan dan salah satunya adalah pemadatan. Maka maksud pemadatan material
antara lain :
- Meningkatkan kuat geser.
- Mengurangi daya mampat (compressibility).
- Mengurangi daya rembesan (permeability).
- Mengurangi perubahan volume
akibat perubahan kadar air.
Maksud tersebut diatas
akan tercapai dengan pemilihan material dan cara pemadatan nya dengan proses
uji pemadatan standar.
Secara skematik proses
pemadatan adalah proses mengeluarkan udara dari rongga pori material. Materialnya
akan mampat namun kadar air tidak berubah dari sebelum pemadatan